PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

 

Resume Ke- 15

Gelombang: 33

Tanggal: Senin, 8 September 2025

Tema: Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber: Susanto S.Pd.

Moderator: Sigid PN, SH.


Malam ini memasuki pertemuan ke 15 bersama moderator Sigid Purwo Nugroho, alumni KBMN PGRI Gelombang 23 dan Tim Solid Om Jay dan narasumber hebat Bapak Bapak Susanto, S.Pd. Beliau adalah seorang Penulis juga Narasumber inspiratif.

Materi malam ini “Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan”, kali ini kita akan bertindak sebagai editor profesional untuk naskah kita sendiri. Sebuah tulisan berasal dari pikiran atau biasa disebut ide. Ide itu Anda tulis menjadi puisi, novel, cerpen, esai, atau artikel nonfiksi buku motivasi dan lain sebagainya. Tulisan yang sudah selesai artinya tulisan itu sudah mencakup semua gagasan yang ingin kita bahas atau tulis dalam satu tema satu pembahasan. Setelah selesai, saatnya kita melakukan proofreading, sebelum tulisan tersebut kita lempar kepada pembaca.

Apa itu proofreading?

Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Ini tahap paling akhir dari proses menulis, ya!

Kesalahan apa saja yang dikoreksi?

-       Saltik (kesalahan pengetikan) atau ejaan

-       - Penggunaan tanda baca

-       - Konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah

-       - Logika dari sebuah tulisan

Jenis Saltik atau Typo antara lain:

1.          1. Typo Insidental, kesalahan mengetik, cukup diperbaiki.

2.         2. Typo Individual, kecenderungan pribadi, misalnya menulis kata “buku” pada awal kalimat                       selalu  “BUku”.

3.         3. Typo Automatical, koreksi otomatis dari aplikasi: bisa → bias; sosial → social; asma → atsma.

4.         4. Typo Konseptual, bukan salah ketik melainkan salah konsep, karier → karir; tanda titik sesudah  

                tanda seru atau tanya.

Apa alasan melakukan proofreading?

1.        1. Untuk menemukan kesalahan tata bahasa

           2. Memudahkan pembaca memahami isi artikel.

3.        3. Memastikan tulisan tidak keluar topik.

Mengapa proofreading atau mengoreksi tulisan perlu dilakukan?

Karena sebagai penulis kadang kita kesulitan menemukan kesalahan, merasa tulisan tersebut sudah benar dan layak untuk diterbitkan.

Kapan proofreading atau mengoreksi tulisan dilakukan?

Akibat penulis kadang kesulitan menemukan kesalahan atau merasa tulisan tersebut sudah benar dan layak untuk diterbitkan maka mengoreksi tulisan seharusnya setelah tulisan selesai dibuat.

Jangan mengoreksi tulisan pada saat menulis atau sebelum tulisan selesai.

Siapa yang melakukan proofreading, bagaimana caranya?

Yang melakukan proofreading adalah penulis atau orang lain (profesional).

Jika penulis sendiri, caranya:

1.    1. Menetralkan perasaan terhadap tulisan sendiri, diamkan naskah beberapa waktu.

2.    2. Membaca dulu seluruh naskah yang sudah ditulis sebelum mengedit agar tidak salah asumsi.

3.    3. Memeriksa saltik (typo), istilah, EYD, struktur, kelogisan.

4.    4. Membaca dengan bersuara (enak, mengalir).

Kesimpulan

Proofreading sangat penting sebelum tulisan dipublikasikan, sehingga tulisan akan mudah dipahami pembaca.

Penutup

Menulis adalah seni merangkai kata, dan setiap kata adalah jejak pikiran yang lahir dari hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

MENULIS dengan KECERDASAN BUATAN

MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH