MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH
Resume
Ke- 11
Gelombang:
33
Tanggal:
Jum’at, 29 Agustus 2025
Tema:
Mengelola Majalah Sekolah
Narasumber:
Widya Arema
Moderator:
Nur Dwi Yanti (NDY)
Di
dunia Pendidikan, literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga tentang
menulis cerita, menyuarakan gagasan, dan membangun identitas sekolah.
Dan
di sinilah Majalah Sekolah berperan, membangun minat dalam mengembangkan ide
serta gagasan para siswa serta pendidik.
Seperti
kata Pramoedya Ananta Toer:
Orang
boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang
dalam masyarakat dan dari sejarah.
Pertemuan
malam ini bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang keberanian menuangkan
isi jiwa ke dalam rangkaian kata. Bersama moderator Nur Dwi Yanti atau lebih
akrab dengan sebutan NDY dan narasumber Widya Arema.
Apa
itu Majalah Sekolah?
Menurut
KBBI, majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan
jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.
Majalah
sekolah adalah majalah yang dikelola, dibuat, dan diedarkan dikalangan sekolah.
Dari sekolah untuk sekolah.
Majalah
sekolah, seringkali dianggap hal yang mewah. Bukan harganya, tapi tidak semua sekolah
memilikinya.
Yang
mahal adalah semangat dari guru-gurunya untuk berdedikasi membuat suatu jendela
informasi dari sekolah, untuk siswa, orangtua, dan masyarakat.
Narasumber
menceritakan majalah sekolah di MI Khadijah sudah ada sejak tahun 2010. Sebuah
perjalanan panjang untuk menjaga konsistensi hingga tetap bisa ada sampai hari
ini. Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007. pada tahun 2008 sempat vakum
selama dua tahun. Kemudian pada tahun 2010 terbit lagi dengan title Kharisma
reborn, dengan tampilan lebih menarik, keren, dicetak,berwarna, hard cover dan
isinya lebih beragam.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam membuat majalah:
1. 1. Menemukan teman sejawat yang sevisi. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi. Kemudian Membentuk susunan redaksi majalah
2. 2. Membuat proposal meliputi latar
belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya
3. 3. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan
dll
4. 4. Mencari rekanan/sposor untuk
membiayai terbitnya majalah.
Dari
mana dana untuk mencetak majalah?
1. 1. Swadaya dari orangtua
2. 2. Dari dana BOS
3. 3. Dari rekanan/sponsor yang mau
membiayai
Semua
tidak akan terlaksana jika kita tidak mencoba. Mari kita terus berkreasi,
menulis dengan hati, menggoreskan tinta dengan penuh cinta, dan membiarkan
dunia tahu: bahwa guru adalah pelukis kata yang tak pernah habis inspirasinya.
Kesimpulan
Melalui
majalah sekolah kita promosikan sekolah kita hingga masyarakat luas bisa
membaca apa kelebihan dari sekolah kita.
Penutup
Dalam
setiap kata yang kita tulis, tersimpan kekuatan untuk menggerakkan hati,
mengubah cara pandang, bahkan menginspirasi generasi.
Komentar
Posting Komentar