MENULIS PUISI

 

Resume Ke- 14

Gelombang: 33

Tanggal: Jum’at, 5 September 2025

Tema: Menulis Puisi

Narasumber: Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd.

Moderator: Mutmainah, M.Pd.


Tidak terasa memasuki pertemuan ke 14 materi malam ini yang membuat kepo “Menulis Puisi” dan kita kupas tuntas bersama pakarnya. Moderator yang akan menemani kelas belajar malam ini Ibu Mutmainah, M.Pd. serta narasumber hebat Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd., yang akrab disapa Ibu Hasanah, lahir di Sukabumi pada 10 Agustus 1967. Beliau adalah seorang ibu dari tiga orang anak yang mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan. Saat ini, beliau berkiprah sebagai Pengawas Madrasah Aliyah di Kankemenag Sukabumi sekaligus menjadi dosen di STAI Kharisma Cicurug.

Apa itu Seni Menulis Puisi?

Menurut Meta AI

Seni menulis puisi adalah proses kreatif yang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman dalam bentuk yang indah dan ekspresif. Puisi dapat berupa karya tulis yang menggunakan kata-kata yang dipilih dengan cermat untuk menciptakan gambaran, emosi, dan makna yang mendalam.

Menurut Chatgpt

Seni menulis puisi adalah keterampilan dan kepekaan dalam merangkai kata-kata secara indah, padat, dan bermakna untuk menyampaikan perasaan, gagasan, atau pengalaman batin. Ia bukan sekadar menulis, melainkan menciptakan suara jiwa yang berbicara lewat irama, citra, dan simbol.

Menurut KBBI

Pengertian Puisi menurut KBBI adalah:

-          Ragam sastra yang terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;

-          Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus;

-          Sajak.

Menurut H.B. Jassin

Puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Apa Saja Stuktuk Fisik Puisi?

1.     1. Bentuk: Berbentuk baris dan bait

2.     2. Diksi: Pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna.

3.     3. Majas: Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair.

4.     4. Rima: Persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi.

Apa Saja Jenis Puisi itu?

1.     Puisi Lama

Puisi yang masih terikat aturan-atuaran yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.

Ciri-ciri puisi lama:

-       Tidak diketahui nama pengarangnya.

-       Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.

-       Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait.

Contoh puisi lama: Mantra, Pantun, Saloka, Talibun.

2.     Pusi Baru

Puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas daripada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri puisi baru:

-          Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)

-          Persajakan akhir yang teratur.

-          Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.

-          Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)

Contoh puisi baru: Balada, Himne, Ode, Epigram, Romansa, Elegi, Satire.

 

Kesimpulan

Menulis puisi merupakan keterampilan sekaligus kepekaan dalam menuangkan perasaan, pikiran, dan imajinasi ke dalam bahasa yang padat, indah, serta penuh makna. Ia bukan sekadar menyusun kata, melainkan menghadirkan ruh, irama, dan daya getar batin.

Penutup

Ayo menulis puisi, karena puisi dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran yang mendalam, serta dapat membangkitkan emosi dan imajinasi pembaca. 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

MENULIS dengan KECERDASAN BUATAN

MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH