KAIDAH PANTUN

Resume Ke- 17

Gelombang: 33

Tanggal: Jum’at, 12 September 2025

Tema: Kaidah Pantun

Narasumber: Miftahul Hadi, S.Pd.

Moderator: Dail Ma’ruf

Bunga kenari bunga cempaka

Dirangkai di sekolah

Mari kita buka

Dengan bersama membaca basmalah

Daun salam daun tales

Di ikat dengan  bumbu

Yang  jawab salamnya males

Nanti tidak dapat ilmu

Dari pembuka pantun tersebut tidak jauh kaitannya dengan materi yang akan disampaikan malam ini, bersama moderator Bapak Dail Ma’ruf dan narasumber yang jago dalam berpantun Bapak miftahul Hadi, menembus finalis Festival Pantun Pendidikan Negeri Serumpun (Kategori Guru) tingkat ASEAN.

Apa itu pantun?

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)

Tuntun (Pampanga): teratur, Tonton (Tagalog): mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur, Tuntun (Jawa Kuno): benang, Atuntun: teratur, Matuntun: pemimpin, Panton (Bisaya): mendidik, Pantun (Toba); kesopanan atau kehormatan (Hussain, 2019)

Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019)

Pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020)

Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003) menjelaskan bahwa Pantun adalah sejenis peribahasa yang digunakan sebagai sindiran.

Beberapa pertunjukan pantun bersifat narasi, misalnya Kentrung di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan struktur "pantun" untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang.

Pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional pada tahun 2014. Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020).

Apa fungsi pantun?

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.

Sebagai alat penguat penyampaian pesan, Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.

Apa saja ciri-ciri pantun?

Satu bait terdiri atas empat baris

Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata

Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata

Bersajak a-b-a-b

Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang

Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud

 

Apa perbedaan pantun dengan syair dan gurindam?

1.     1. Pantun

-          Baris; terdiri dari empat baris → baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang → Baris ketiga dan keempat disebut isi.

-          Sajak; A-B-A-B.

-          Hubungan persajakan; Antara sampiran dan isi tidak memiliki hubungan sebab akibat.

 

Contoh pantun

Jangan diasap si ikan sidat,

Taruhlah di dahan lilit benalu,

Salam diucap doa dipanjat,

Semoga Tuhan berkahi selalu.

2.     2. Syair

-          Baris; terdiri dari empat baris.

-          Sajak; A-A-A-A.

-          Hubungan persajakan; Keempat barisnya saling berhubungan.

 

Contoh syair:

Ke sekolah janganlah malas,

Belajar rajin di dalam kelas,

Jaga sikap janganlah culas,

Agar hati tak jadi keras.

3.     3. Gurindam

-          Baris; terdiri dari dua baris.

-          Sajak; A-A.

-          Hubungan persajakan; Baris pertama dan kedua merupakan sebab akibat yang memiliki keterkaitan.

 

Contoh gurindam:

Jika selalu berdoa berdzikir,

Ringan melangkah jernih berpikir.

 

Jika rajin zakat sedekah,

Allah akan tambahkan berkah.

 

Bagaimana cara mudah membuat pantun?

1.     1. Memahami Kaidah Pantun

          -   Pantun terdiri atas empat baris.

            Jika baris pertama terdiri atas empat kata, maka baris kedua terdiri atas empat kata, jika baris ketiga        terdiri atas empat kata, baris keempat terdiri atas empat kata.

             Jika Baris pertama terdiri atas sepuluh suku kata, maka baris kedua terdiri atas sebelas suku kata,

      Jika baris ketiga terdiri atas sepuluh suku kata, maka baris keempat terdiri atas sepuluh suku kata.

      Jangan ada ketimpangan jumlah kata maupun suku kata antar barisnya. 

   -   Sajak A-B-A-B

      Berbicara mengenai persajakan terdapat beberapa macam pola rima, ada rima akhir, rima tengah            dan akhir, rima awal, tengah dan akhir, serta rima lengkap.

2.    2. Menguasai Perbendaharaan Kata

   Usahakan hindari menggunakan nama orang atau merk dagang. erlatih mencari kata dengan rima            yang sama, bisa dengan meminta bantuan https://kuncitts.com/

3.     3. Menulis Isi Pantun

    Dengan membuat isinya terlebih dahulu, artinya kita menulis baris ketiga dan keempat.

4.    4.  Menulis Sampiran Pantun

    Melengkapai pantun dengan membuat sampiran di baris pertama dan kedua.

 

Kesimpulan

Pantun termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut sampiran, dan dua baris kedua disebut isi. Isi pantun bisa berupa nasehat, sindiran atau hiburan.

 

Penutup

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok lusa dan seterusnya. Tetap semangat belajar, karena tidak ada hal sia-sia dari apa yang kita lakukan hari ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

MENULIS dengan KECERDASAN BUATAN

MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH