BERKARYA dan BERPRESTASI lewat Menulis

Resume Ke- 13

Gelombang: 33

Tanggal: Rabu, 3 September 2025

Tema: Berkarya dan Berprestasi lewat menulis

Narasumber: Rita Wati, M.Kom.

Moderator: Dyah Kusumaningrum, ST.


 

Tema malam ini adalah Berkarya dan Berprestasi lewat Menulis, malam ini kita akan bertemu dengan seorang narasumber yang merupakan salah satu guru inspiratif kemendikbud tahun 2021. Dan ditemani moderator cantik dan energik Ibu Dyah Kusumanungrum, ST.

Narasumber kita adalah Ibu Rita Wati, M.Kom. guru Informatika di SMPN 2 Mendoyo, Jembrana-Bali. Alumni Harvard University. Beliau terbitkan buku solo, antara lain:

* 25 Trik Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku

* Merajut Asa Sejak Belia

* 25 Tutorial Pembelajaran Daring dan Luring

* Tiara

* Mengejar Mimpi (Biografi Direktur Eksekutif Bank Indonesia)

Apa Kunci sukses menulis?

Kunci dari menulis itu ide, kemudian kembangkan ide dengan research, cari subyek, obyek, yang terkait maka jadilah tulisan/artikel yang ingin bpk.ibu tulis.

Bagi pemula meulislah dari hal-hal sederhana, semampunya berawal dari 1 kata (menjadi ide) tuangkan dalam kalimat ( kemudian menjadi paragraph) kembangkan menjadi artikel 300 kata, 500 kata kemudian bermain di 1000 kata.

Apakah menulis itu susah?

Bagi pemula menulis itu susah, karena beberapa alasan:

  1. Susah ide
  2. Miskin kosa kata
  3. Sulit merangkai kata
  4. Menunda-nunda
  5. Bingung mau menulis apa
  6. Tidak Percaya Diri
  7. Bingung mau dimulai dari mana
  8. Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Apa saja rahasia menulis ?

  1. Bapak/ibu tentukan dulu apa tujuan/ motivasi bapak/ibu menulis, apa hanya sekadar mau belajar,  hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. Semua motivasi yang saya sebutkan baik tidak ada salahny
  2. telah menentukan motivasi hal selanjutnya Bpk/ibu mulai menulis, menulis apa saja yang ada  di dalam pikiran Bapak/ibu tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang Bapak/ibu senangi atau kuasai.
  3. Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.
  4.  Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis   pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.
  5. Lakukan setiap hari.
  6. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep  jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.
  7. Mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis).

Apa saja kaidah dasar penulisan?

Agar tulisan  Bapak/Ibu  menjadi lebih berkualitas, enak dibaca Bapak/Ibu harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan yaitu:

  1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat. (bisa jadi karena buru-buru dalam menulis)
  2. Paragraf panjang-panjang. (usahakan paragraph tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf. Terlebih kalau di blog usahakan
  3.  Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).
  4. Kata baku. (bisa install KBBI V)
  5. Penggunaan kata yang tidak efektif.
  6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru.
  7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung.

Kaidah-kaidah dasar penulisan sangat penting karena jika tulisan kita ini untuk lomba tentu saja sangat berpengaruh. Sebenarnya itu adalah kesalahan dasar saja tapi sebaiknya jika Bapak/Ibu sedang menulis tuangkan saja semua ide sampai selesai setelah itu baru dibaca ulang dan lakukan pengeditan.

Contoh Penggunaan Huruf Kapital

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

             Contoh :  Saya sedang membaca.

                              Hari ini pelatihan belajar menulis gelombang 27.

      2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

             Contoh :    Rita Wati

                                Raden Ajeng Kartini

                                Pangeran Diponegoro

      3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

             Contoh : “Ayo! kita pulang Bu,” rengek Joni pada ibunya.

                             "Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.

 

Kesimpulan

Teruslah menulis selama ide tulisan bpk/ibu keren, menarik Bapak/Ibu bisa saja akan jauh lebih populer dari penulis senior.

Penutup

Nothing is impposible in this world what we look upon today tomorrow may be accomplished fact

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

MENULIS dengan KECERDASAN BUATAN

MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH