MENULIS DONGENG dan CERITA FABEL
Resume
Ke-5
Gelombang:33
Tanggal:
Jum’at, 15 Agustus 2025
Tema:
Menulis Dongeng dan Cerita Fabel
Narasumber:
Helwiyah, S.Pd., M.M.
Pertemuan
ke 5 malam Sabtu, 15 Agustus 2025 tema Menulis Dongeng dan Cerita Fabel.
Bikin penasaran... yuk kita simak!. Bersama narasumber Ibu : Helwiyah, S.Pd.,
M.M. dan ditemani moderator Ibu Maesaroh, M.Pd.
Apakah
itu dongeng?
Dongeng
adalah cerita fiksi yang belum tentu benar terjadi, biasanya berisi pesan
moral, petualangan atau keajaiban. Dongeng seringkali dibacakan atau
diceritakan kepada anak-anak untuk menghibur, mendidik, atau memberikan
pelajaran hidup.
Eits...ternyata
dongeng bukan hanya diminati anak-anak lho... banyak juga ternyata orang dewasa
menyukai cerita bentuk dongeng.
Apa
ciri-ciri dongeng?
1.
Bersifat
imajinatif/fiktif.
Dalam
membuat dongeng kita dapat bermain kata-kata yang indah, menarik dan memancing
keingintahuan pembaca. Sehingga mengajak pembaca berimajinasi seolah-olah masuk
ke dalam kisah membawa pembaca untuk berpetualang yang penuh tantangan,
kesedihan, kebahagiaan dan misteri.
2.
Cerita
singkat dan sederhana.
Isi
dongeng sederhana dan tidak terlalu panjang, mulai dari 300 kata dan memenuhi
unsur cerita yang lengkap.
3.
Mengandung
pesan moral.
Setiap
dongeng memiliki tujuan sesuai keinginan penulis, yang ditunjukkan dengan
adanya konflik dan solusi yang ditawarkan. Melalui dongeng kita bisa
menyampaikan pesan dan mengajak perbaikan dan pembentukan karakter.
4.
Menggunakan
tokoh manusia, hewan, atau makhluk lain.
Tokoh
merupakan unsur penting dalam sebuah dongeng. Tokoh dapat beropa manusia, hewan
bahkan tumbuhan yang seolah bisa berbicara.
5.
Tidak
terikat waktu dan tempat.
Unsur
cerita yang tak kalah penting yaitu latar, Penulis dapat membuat tokoh dongeng
dimana saja dan kapan saja, karena latar sebuah dongeng tak terbatas waktu dan
tempat.
Fungsi
Dongeng
1.
Hiburan
2.
Pendidikan
karakter
3.
Mengasah
imajinasi
4.
Pelestarian
budaya
5.
Mencerdaskan
anak
Begitu
banyak fungsi dongeng yang berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari bagi
olah pikir dan karakter anak.
Jenis –
Jenis Dongeng
1.
Dongeng
Sage
Dongeng
yang mengandung sejarah, bercampur imajinasi dan kepercayaan. Contoh: Joko Tingkir,
Roro Jonggrang.
2.
Dongeng
Fabel
Dongeng
tentang hewan sebagai tokoh yang berperilaku seperti manusia. Contoh: Semut dan
Gajah, Kura-kura dan Monyet.
3.
Dongeng
Legenda
Dongeng
turun temurun, mengandung unsur sejarah, dan peristiwa ajaib. Contoh:
Sangkuriang, Batu menangis, Timun Mas.
4.
Dongeng
Mite atau Mitos
Dongeng
tentang dewa dewi, makhluk halus dan kepercayaan masyarakat. Contoh Nyi Roro
Kidul, Cerita Ramayana, Mahabarata.
5.
Dongeng
Farabel
Dongeng
yang mengandung nilai-nilai pendidikan, keagamaan, moral dan nilai lain.
Contoh:
Malin Kundang, Kabayan.
Tips
dalam menulis dongeng yang baik
1.
Menentukan
tokoh dan ketokohannya
2.
Menciptakan
konflik
3.
Menentukan
alur dan setting cerita (tema)
4.
Tulis
cerita
5.
Banyak
membaca
6.
Banyak
berlatih
Seiring
perkembangan teknologi memudahkan kita untuk berkarya terutama menulis. Dengan
bantuan AI tinggal tuliskan prompt, semakin detail prompt semakin sesuai
keinginan kita. Kita juga dapat menambahkan gambar ilustrasi ke dalam tulisan
dongeng melalui prompt AI.
Menulis
tanpa pena....
Menggambar
tanpa sketsa...
Dalam
sekejap tulisan sudah menjelma seperti harapan kita...
Kesimpulan
Dongeng
adalah cerita fiksi yang belum tentu terjadi akan kebenarannya. Dalam membuat
dongeng kita dapat bermain kata-kata yang indah, menarik dan memancing
keingintahuan pembaca.
Penutup
Memulai
menulis dari hal kecil yang dialami dan dilihat itu lebih mudah, Jangan dulu pikirkan
bagus dan buruknya, semua akan berproses. Tak perlu menunggu mahir untuk
memulai. Tak perlu menunggu banyak untuk berbagi.
Komentar
Posting Komentar